Maintenance Mesin Pembangunan Pabrik Es Konsultasi Franchise & Bisnis Es

rawai tuna

Rawai Tuna, Meningkatkan Produktivitas Hasil Tangkapan!

Rawai tuna atau dikenal juga sebagai long line adalah alat tangkap ikan tuna yang berjenis line fishing.

Tuna dikenal sebagai ikan yang memiliki nilai bisnis dan konsumsi tinggi, sehingga ada cara khusus dalam menangkap tuna.

Bagi Partner PND yang belum tau, alat ini biasanya ditujukan untuk menangkap ikan tuna dalam ukuran dan jumlah yang besar. Biasanya juga di daerah yang luas.

Baca Juga: Bisnis Ekspor Ikan Laut: Apa Yang Perlu Dipersiapkan?

Mengenal Apa Itu Alat Tangkap Rawai Tuna

rawai tuna
(istock)

Rawa tuna merupakan alat yang cukup efektif untuk memancing tuna. Alat ini terdiri dari beberapa joran yang digunakan secara bersamaan.

Berbeda dengan joran tangan, alat ini memiliki jalur utama yang sangat panjang.

Jalur utama panjang memiliki jalur terapung dan jalur sekunder yang berisi mata kail atau kail untuk menangkap tuna.

Ada 2 jenis ikan rawai atau longline tuna yaitu; Long Line Bottom atau Fixed Long Line adalah alat tangkap rawai yang dipasang di dasar laut dan dipasang dalam jangka waktu tertentu. Drift Long Line atau Rawai Hanyut, alat ini memungkinkan jalur utama mengikuti arah aliran air.

Alat pancing tuna ini sendiri berisi beberapa bagian dari rangkaian yang sama. Sama seperti alat tangkap lainnya, satu unit terdiri dari beberapa bagian yang digabungkan menjadi satu.

Bagian buritan kapal yang menggunakan teknik longline fishing atau rawai tuna telah dimodifikasi secara khusus agar dapat menggunakan dan mengendalikan rawai tersebut.

Alat tangkap ini biasanya memiliki pelampung, bendera, tali pelampung, tali atau tali utama, tali atau tali sekunder, dan tali pancing belakang.

Antara pelampung dan pelampung lainnya ada sambungan yang disebut tali terapung. Tali pelampung juga menghubungkan pelampung ke tali utama, dengan beberapa tali berduri terpasang di sepanjang tali utama. Baris panjang seperti itu disebut satu garis keranjang.

Satu basket longline atau rawai tuna memiliki jumlah mata pancing atau kail yang berbeda-beda setiap basketnya.

Hal ini tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan nelayan dan kapasitas ukuran utama kapal pengangkut.

Umumnya, alat pancing yang memiliki nama lain long line ini digunakan di laut lepas yang memiliki kedalaman cukup atau setidaknya mencapai perairan samudra.

Ini dilakukan karena alat pancing memiliki radius yang sangat lebar, tali utama membutuhkan daerah yang panjang untuk bisa maksimal dan tali cabang butuh daerah yang lebar agar menjangkau ikan-ikan.

Umpan yang Digunakan

Biasanya, umpan rawai tuna atau longline bersifat atraktif atau menarik perhatian ikan. Ini diperlukan karena alat pancing ini adalah alat pancing yang bersifat pasif atau menunggu.

Pemancing perlu mencari umpan berupa ikan yang memiliki sisik mengkilap untuk menarik perhatian ikan tuna.

Selain sisik yang mengkilap, nelayan juga perlu memastikan bahwa umpan tahan di dalam air. Hal ini diperlukan karena long line dioperasikan di laut lepas, jika ikan tidak memiliki tulang punggung yang kuat, maka ikan akan terbawa arus.

Jenis ikan yang cocok sebagai umpan umumnya adalah ikan pelagis kecil seperti lemuru, layang, kembung, dan bandeng.

Cara Operasional Rawai Tuna

Untuk menggunakan alat ini, anda perlu mencari lautan lepas dengan kedalaman yang cukup. Karena penangkapan ikan tuna dipengaruhi oleh kedalaman dan suhu perairan pada suatu wilayah.

Sebelum melakukan setting long line, Anda bisa melakukan pengecekan suhu dengan menggunakan mini logger untuk mengetahui suhu perairan. Biasanya tangkapan tuna akan maksimal jika kondisi suhu berada diantara 11 derajat sampai 15 derajat celcius.

Setting alat ini diawali dengan penurunan tali utama, pelampung, dan tali cabang berkail yang telah diberi umpan. Setelah pancing diturunkan ke laut, nelayan perlu mematikan mesin kapal dan membiarkan tali utama mengikuti arah arus. Teknik ini biasa disebut drifting.

Drifting biasanya dilakukan lebih dari empat jam untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pelepasan bisa selaras dengan arah arus air yang dinamakan teknik Dript Long Line.

Pastikan setting pemasangan ini dilakukan saat malam karena waktu yang dibutuhkan panjang. Sehingga saat pagi long line telah siap digunakan pada saat ikan tuna aktif mencari mangsa

Nelayan bisa menggunakan bantuan lampu untuk menarik perhatian tuna agar mendekati kail atau mata pancing.

Jika telah lebih dari enam jam, nelayan bisa menggulung pancing ke kapal untuk mendapatkan tuna. Setelahnya, nelayan bisa mencari tempat lain dan menggunakan metode yang sama untuk menangkap ikan tuna.


Perikanan dan hasil laut adalah produk segar yang perlu penyimpanan baik agar tetap segar dan tahan lama. Bila Anda pelaku usaha perikanan, Anda bisa menggunakan mesin es slurry untuk mendinginkan hasil panen dan perikanan agar kualitasnya terjaga. Untuk penyimpanan lebih maksimal, gunakan pula cold storage.

PND Ice Making System menyediakan berbagai mesin es berkualitas dan ruang pendingin yang dapat mendukung operasional bisnis Anda. Kami berkomitmen memberikan produk dan pelayanan terbaik dengan dukungan layanan aftersales, garansi, dan kemudahan pembayaran melalui sistem kredit. Temukan solusi kebutuhan mesin es dan ruang pendingin Anda hanya di PND Ice!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top